Rabu, 06 Maret 2013

PENGENALAN BERBAGAI SPESIES POHON DI KEBUN RAYA BOGOR



 Dendrologi adalah salah satu mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB karena dendrologi adalah ilmu yang mempelajari tentag seluk-beluk pohon mulai dari klasifikasi pohon, tata nama pohon, dan morfologinya sehingga sebagai seorang rimbawan sangatlah perlu dan wajib mempelajarinya karena merupakan dasar dari keilmuaannya.
Indonesia mempunyai hutan tropika yang sangat luas yang termasuk dalam kawasan Flora Malesia yang mempunyai keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. Kawasan Flora Malesia ini meliputi negara-negara Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Papua New Guinea. Menurut Van Steenis (1948) paling sedikit terdapat 25.000 – 30.000 jenis tumbuh-tumbuhan berbunga, diantaranya ada ± 3.000 jenis pohon. Menurut Lembaga Penelitian Hutan (sekarang Pusat Penelitian Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam) terdapat ± 4.000 – 4.500 jenis pohon.

Hingga saat ini baru sekitar 400 jenis pohon yang dianggap penting dan sudah dikenal dengan baik, diantaranya 267 jenis (nama ilmiah) sudah dikenal dan diperdagangkan, serta dikelompokkan menjadi 120 jenis kayu perdagangan. Dengan demikian, masih banyak jenis-jenis pohon di hutan tropika Indonesia  yang belum diketahui dan dimanfaatkan secara langsung. Disinilah peran ilmu Dendrologi yang berfungsi sebagai pengidentifikasi jenis-jenis pohon yang belum dikenal tersebut sehingga memungkinkan pemanfaatannya di masa mendatang untuk kebutuhan hidup manusia.
Untuk mempelajari seluruh jenis-jenis pohon tropika di Indonesia sangatlah susah apabila dilakukan dengan menjelajahi seluruh hutan tropika Indonesia. Untuk tujuan seperti ini maka kita dapat mempelajarinya dengan mengunjungi museum herbarium seperti di Herbarium Bogoriense, LIPI di Bogor atau Herbarium Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam, Bogor, atau mungkin kita dapat mengujungi koleksi-koleksi botani lengkap yang terdapat di Indonesia dengan mengunjungi Kebun Raya Bogor. Disini kita dapat melihat dan mengidentifikasi secara langsung pohon-pohon yang terdapat di hutan tropika Indonesia sehingga kita dapat mengenali dan menyadari betapa banyaknya kekayaan alam yang terkandung di negeri kita ini.

1.2.Tujuan
1.      Mempelajari morfologi pohon-pohon penting yang terdapat pada hutan tropika.
2.      Mengidentifikasi dan melihat dengan langsung pohon-pohon hutan tropika di Kebun Raya Bogor.
3.      Mengetahui sejarah dan perkembangan Kebun Raya Bogor.

                    


BAB II
KONDISI UMUM KEBUN RAYA BOGOR

Kebun Raya Bogor merupakan kebun botani atau tumbuh-tumbuhan yang terletak di kota Bogor yang mempunyai ketinggian 260 m dari permukaan laut dengan curah hujan 3.000 – 4000 m/thn berdiri pada jaman penjajahan Belanda yaitu pada tanggal 18 Mei 1817 atas prakarsa Dr. Casper George Karl Reindwart seorang ilmuwan botani dan kimia berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan di bantu oleh  James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).
Awal pembangunan Kebun Raya Bogor mempunyai luas 47 yang bernama Slansds Plantentiun te Buitenzorg yang bertujuan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia), Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada tahun 1880-1905. Pada tahun 1882 Dr. Carl Ludwig Blume melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusu katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis tanaman. Pada tahun 1831 Johannes Elias Teysmans dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl meritis kembali pembangunan kebun yang terhenti dan berhasil melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).
Kebun Raya Bogor sekarang mempunyai luas 87 Ha yang mempunyai fungsi sebagai sarana penelitian, sarana pendidikan, dan sarana wisata dengan penghitungan jumlah koleksi tanaman pada tahun 2006 yaitu ada 222 suku, 1257 marga, dan 3423 spesies. Dalam perkembangannya Kebun Raya Bogor mempunyai beberapa cabang kebun raya di Indonesia untuk melengkapi koleksi-koleksi tumbuhan seperti tumbuhan wilayah subtropika. Beberapa kebun tersebut antara lain :
Ø  Kebun Raya Cibodas, terletak di Jawa Barat , luasnya 120 ha dengan ketinggian 1400 m dpl, didirikan oleh Teysmans tahun 1852 untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman subtropis .
Ø  Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941 . luasnya 85 Ha dengan ketinggian 250 m, untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering daerah tropis.
Ø  Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400 m, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim kering.


















BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

Koleksi pohon-pohon di Kebun Raya Bogor dikelompokkan berdasarkan blok suku (familia) dari pohon tersebut untuk memudahkan dalam pengamatan oleh para peneliti maupu wisatawan, namun ada juga pohon-pohon tertentu yang masuk dalam suatu blok suku sehingga tidak semua blok suku hanya berisi jenis tanaman yang sukunya sama saja. Berikut ini adalah pohon-pohon yang kita kunjungi berdasarkan susunan nama suku dari awal higga akhir :
v  Fabaceae
1.         Kempas (Koompassia excelsa)
Daun majemuk ganda satu ujung ganjil, buah polong jarang berbuah, batang silindris, kulit batang halus cukup terang, pohomn ini disenangi lebah madu hutan sehingga mampu menghasilkan produksi madu hutan, dilindungi pemerintah. Diberi nama Pohon Raya karena memiliki banir menjalar yang bagus, merupakan salah satu jenis pohon tropika.
2.         Asam Londo (Pithecellobium dulce)
Batang berduri, buah seperti asam jawa dengan kulit buah berwarna putih, kebanyakan ditanam sebagai tanaman peneduh di tepi jalan di daerah Jawa Tengah.
3.         Merbau (Intsia bijuga)
Pohon dengan tinggi dapat mrncapai 50 m dengan banir yang tinggi, daun majemuk ganda dua, bunga terminal, kulit batang mengelupas, kebanyakan tumbuh di daerah pantai pada area belakang hutan bakau. Penghasil kayu komersial berkualitas tinggi dengan berat jenis 0,63 – 1,04 dan kelas kuat I – II, dan kelas awet I – II , banyak dipanen dari daerah Papua dan populasinya sekarang mulai terancam.
4.         Sono Kembang (Pterocarpus indicus)
Ditanam pada tahun 1844 mempunyai daun majemuk ganda satu, buah ringan seperti sayap, kebanyakan ditanam di tepi jalan sebagai tanaman peneduh, perbanyakan bisa dilakukan dengan stek batang, terlihat adanya tunas yang tumbuh vertikal yang punya kemiripan dengan induk, disebut juga kayu merah karena bergetah merah dan sering digunakan sebagai obat sariawan.
5.         Bauhinia wintii
Salah satu golongan legume (Fabaceae) yang mempunyai habitus berupa liana.
6.         Sindur (Sindora sianensis)
Spesies ini merupakan jenis pohon tropika memiliki batang lurus, kulit mengelupas, tidak berbanir dan cabang ditebang jika mulai rapuh. Buahnya berbentuk pipih dan berduri-duri, disebut tapak setan. Pohon ini digunakan sebagai tanaman hias.
7.         Trembesi (Samanea saman)
Merupakan pohon besar yang mempunyai tajuk payung, sebagai pohon penyerap karbon terbaik dari semua jenis tanaman
8.         Sindur (Sindora bruggemanii)
Pohon dengan daun majemuk ganda satu, daun bertata alternate sedangkan anak daun bertata opposite, bentuk daun oval, permukaan atas daun hijau tua halus sedangkan permukaan bawahnya hijau muda agak kasar. Tulang utama daun umumnya berwarna merah.
9.         Saga pohon (Adenanthera pavonina)
Pohon berdaun majemuk ganda dua yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah yang mempunyai kandungan protein yang tinggi. Tanaman ini biasa diguakan sebagai pelindung atau peneduh di tepi jalan karena pohonnya besar dan daunnya rimbun.
10.     Mendarahan (Eucalyptus alba) Myrtaceae
Daun opposite, merupakan habitat utama koala karena daunnya menjadi pakan koala. Mempunyai banyak kelenjar minyak, bila disuling menghasilkan minyak ekaliptus.
11.     Pandan (Pandanus sp)
Merupakan golongan tumbuhan monokotil yag sebagian besar anggotanya tumbuh di pantai-pantai daerah tropika, anggota tumbhan ini dicirikan dengan daun yang memanjang (seperti daun palem atau rumput). Tumbuhan ini memiliki perakaran yang spesifik yang tergantung pada posisi pohon. Tumbuhan ini digunakan sebagai pewangi dan pewarna makanan dan bahan kerajinan tangan.
12.     Pohon Gayam (Inocarpus fagiferus)
Merupakan golongan suku Fabaceae yang berdaun tunggal, tinggi dapat mencapai 20 m dengan diameter 65 cm, batang seringkali beralur tidak teratur, kadang-kadang berakar banir, bunga majemuk bulir dengan panjang sekitar 15 cm, buah berjenis polong dan berbentuk ginjal dan tidak pecah dengan kulit buah keras
13.     Keben (Barringtonia asiatica) famili : Lecythidaceae
Disebut pohon perdamaian, bunga mirip lampion, buah bersabut dapat mengapung.
14.     Pedada (Sonneratia caseolaris) famili : Sonneratiaceae
Pohon pendek, stamen banyak, kepala sari berbentuk ginjal, perakaran pneumatophora atau akarnapas berbentuk pasak (horizontal, berada dalam lumpur, cabang vertikal). Habitat hutan mangrove dan lebih toleran terhadap air tawar
15.     Benuang laki (Duabanga moluccana) famili : Sonneratiaceae
pohon besar berbanir, bunga malai rata di ujung ranting, kepalasari bengkok. Buah kotak bila matang merekah, habitat tanah kering. Kegunaan sebagai kayu bahan bangunan dan bahan baku pembuatan veneer dan kayu lapis.
16.     Salam (Syzgium poliantum)
Daun untuk bumbu, buah bias dimakan.
v  Blok Arecaceae
17.     Kelapa (Cocos nucifera)
Pohon dengan batang tunggal kadang-kadag bercabang, akar serabut tebal dan berkayu berkerumun membentuk bonggol, batang beruas-ruas namu kalau sudah terlalu tua tidak tampak, bunga tersusun majemuk. Secara alami tumbuh di pantai dan dataran dengan ketinggian 1000 m dan pohonnya dapat mencapai ketinggian 30 m.
18.     Nipah (Nypa fruticans)
Umumnya tumbuh di daerah rawa yang berair payau atau daerah pasang surut di tepi pantai atau di wilayah hutan mangrove.batang menjalar di tanah membentuk rimpang dan terendam di dalam lumpur. Tandan bunga disadap untuk diambil niranya dan daun digunakan sebagai bahan kerajinan tangan seperti topi, tas, tikar, dan anyaman.
19.     Palem (Areca catechu)
Batang lurus dengan ketinggian dapat mencapai 25 m dan diameter 15 cm, pelepah daun berbentuk tabung dan tangkai daun pendek, helain panjangnya 80 m, buah buni. Habitat dataran rendah hingga ketinggian 1400 mdpl. Kegunaannya biji pinang dapat digunakan sebagai obat sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan.
v  Blok Lauraceae
20.     Ulin (Eusideroxylon zwageri)
Tumbuh di seluruh Kalimantan dan di Sumatera (Jambi, dengan nama daerah Bulian). Kayunya sangat awet dan kuat, salah satunya karena mengandung senyawa eusiderin. Mempunyai kelas awet I dan kelas kuat I dan tenggelam di air Karen BJ > 1. Populasinya sekarang sangat mengkhawatirkan karena pemanfaatan yang terus-menerus dan tiada henti.
v  Blok Gymnospermae
21.     Ki Putri (Podocarpus neriifolius)
Daun tunggal bertata alternate, bentuk daun lanset, permukaan atas licin mengkilap dan permukaan bawah tidak mengkilap, cirri daun simetris
22.     Januju (Podocarpus imbricatus)
Mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan Ki Putri hanya saja daunnya lebih besar.
23.     Araukaria (Araucaria cunninghamii)
Daun tunggal bertata alternate, bentuk daun subulatus, permukaan atas dan bawah daun hijau licin, daun bersisik tajam kecil-kecil, sisik berbentuk jarum 0,5 – 1,0 cm dan berbau resin.
24.     Jamuju (Dacrycarpus imbricatus)
Pohon berukuran besar dan evergreen ketinggian dapat mencapai 12 m dan diameter 30 cm, daun tunggal dan bertata alternate.
25.     Melinjo (Gnetum gnemon)
Merupakan tumbuhan Gymnospermae yang diduga sebagai peralihan menuju Angiospermae karena mempunyai kemiripan yang spesifik dengan golongan Angiospermae. Batang sangat kokoh dan digunakan sebagai bahan bangunan, Biji tidak terbungkus daging tetapi terbungkus oleh kulit luar, pohon dapat tumbuh mencapai ketinggian sampai 25 m, tumbuh dari ketinggian 0 – 1200 mdpl. Biji mempunyai kandungan antioksidan dan protein yang tinggi namun juga mengandung senyawa purin yang dapat menyebabkan kenaikan asam urat.
26.     Agathis (Agathis dammara)
Pohon yang besar, tinggi hingga 65m; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas dalam keping-keping kecil. Daun berbentuk jorong, 6–8 × 2–3 cm, meruncing ke arah ujung yang membundar. Runjung serbuk sari masak 4–6 × 1,2–1,4 cm; runjung biji masak berbentuk bulat telur, 9–10,5 × 7,5–9,5 cm. Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 m dpl. Namun di Jawa, tumbuhan ini terutama ditanam di pegunungan. Pemanfaatan dilakukan dengan mengambil getahnya yang disebut kopal juga kayunya digunakan sebagai bahan baku veneer dan kayu lapis.
27.     Agathis (Agathis australis)
Hampir sama ciri-cirinya dengan Agathis dammara namun mempunyai daun dengan ukuran yang lebih kecil.
28.     Tusam (Pinus Carribaea)
Merupakan pohon anggota Gymnospermae dengan daun tunggal  bertata verticillate, tiap vesikel terdapat 3 daun jarum daun lebih kaku dibandingkan dengan Pinus insularis dan Pinus merkusii. Kegunaannya sebagai penghasil gondorukem.
v  Blok Myristicaceae
29.     Mendarahan (Horsfieldia iryagedhi)
Ciri khasnya arillus menyelubungi seluruh biji, warna merah muda, helai daun berbulu coklat.
30.     Beringin (Ficus benjamina) Moraceae
Terdapat arillus bewarna merah pada bagian ujung yang pecah. Bagian helai bawah daunnya bewarna putih kelabu. Memiliki morfologi yang percis sama dengan tumbuhan Myristica fragrans.
31.     Rambutan (Nephelium lappaceum) Sapindaceae
Pohon evergreen, cocok hidup pada suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8 m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4 m. Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur. Buahnya sangat terkenal di masyarakat karena rasanya manis.
32.     Leci (Litchi sinensis) famili : Sapindaceae
Merupakan pohon tertua yang di tanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1823, mempunyai cirri khas buah edible mirip rambutan
33.     Harpulia (Harpullia sphaeroloba)
Daun mejemuk ganda satu bertata alternate dan anak daun bertata opposite,  berbentuk oblongus. Cirri khusus tepi daun bergelombang dan pertulangan daun terlihat jelas.
34.     Bintaro (Cerbera odollam) famili : Apocynaceae
Daun berbentuk memanjang  simetris dan menumpul pada bagian ujung, alternate, memiliki panjang rata-rata 25 cm. Bunga terdapat pada ujung pedikel simosa dengan lima petal yang sama atau disebut pentamery, corolla berbentuk tabung dan ada warna kuning di tengahnya. Buah drupe (buah biji) yang terdiri dari tiga lapisan yaitu eksokarp (kulit terluar buah), mesokarp (lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa), dan endocarp (biji yang dilapisi kulit biji). Buah tidak dapat dikonsumsi karena mengandung zat racun.
v  Blok Sapotaceae
35.     Nagasari (Palaquium rostratum)
Pohon besar dengan ketinggian dapat mencapai 30 m dan diameter dapat mencapai 120 cm, batang lurus bulat dengan banir tipis. Pohon ini banyak tumbuh di hutan tropika di dataran rendah sampai 1500 m dpl, seringkali tumbuh di daerah berawa. Kayunya digunakan sebagai perabot rumah dan mebel, buah dapat dimakan dan bijinya mengandung lemak yang banyak untuk memasak, bunga dapat dimanfaatkan sebagai  obat anti diare.
36.     Sawo duren (Chrysophyllum cainito)
Daun tunggal,  tata dau alternate dan berbentuk ovalis, permukaan atas daun hijau perak dan permukaan bawahnya coklat keemasan, ranting coklat berbulu dan umumnya bergetah putih.
37.     Sawo kecik (Manilkara kauki)
Daun tunggal bertata alternate, pemukaan atas daun hijau dan permukaan bawah putih keperakan, bentuk daun ovalis, ujung daun membulat, biasanya pohon ini bergetah putih
v  Blok Sterculiaceae
38.     Coklat (Theobroma cacao)
Merupakan tumbuhan perennial (tahunan) berbentuk pohon, di alam dapat mencapai ketinggian 10 m, dalm pembudidayaan tingginya dibuat kurang lebih 5 m dengan tajuk menyamping untuk memperbanyak ranting produktif. Bunga tumbuh di batang (cauliflorus). Buah kakao merupakan komoditas penting dalam perekonomian, pada tahun 2005 Indonesia menempati nomor 3 sebagai penghasil kakaoterbesar di dunia.
39.     Bayur (Pterospermum javanicum)
Pohon besar tingginya dapat mencapai  45 m dengan daun tunggal bertata dau alternate, bentuk daun ovatus, permukaan atas daun hijau tua dan permukaan bawahnya keemasan berbulu, bunga berupa malai terminal di ketiak, buah kotak silindris, tumbuh di hutan dataran rendah sampai dengan ketinggian 1000 m dpl. Penghasil kayu pertukangan berkualitas baik, digunakan sebagai mebel dan perkakas rumah tangga dan sering digunakan untuk konstruksi bangunan.
40.     Kepuh (Sterculia foetida)
Pohon besar yang menggugurkan daun tumbuh dapat mencapai 30 m, daun majemuk menjari berkumpul di ujung ranting, anak daun berjumlah 7 – 9, jorong lonjonga dengan ujung dan pangkal meruncing, bunga majemuk dalam malai dekat ujung ranting, buah bumbung besar berkulit tebal berwarna merah. Menyebar luas mulai Afrika Timur, Asia Selatan,Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara, hingga Australia. Habitat dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl.
41.     Pohon Kola (Cola acuminata)
Ciri khasnya biji mengandung kafein, dapat menjadi bahan dasar pembuatan minuman ringan dan obat-obatan. Tumbuhan ini berasal dari Afrika.
42.     Manggis (Garcinia szygifolia)
Pohon dengan ketinggian 4 – 24 m, diameter batang dapat mencapai 9,95 – 85,5 cm. potensi Garcinia selain untuk buah seperti manggis, juga digunakan sebagai pohon pinggir jalan, reboisasi, pencegah erosi, juga makanan bagi satwa liar
v  Blok Anacardiaceae
43.     Rengas (Gluta wallichii)
Bergetah hitam dan getahnya beracun, kegunaannya yaitu sebagai penghasil kayu
44.     Gandaria (Bouea oppositifolia)
Pohon dengan ketinggian dapat mencapai 27 m dengan tajuk rapat. Daun tunggal dengan bentuk bulat telur-lonjong sampai bentuk lanset., waktu muda berwarna putih lalu berangsur menjadi ungu tua kemudian menjadi hijau tua. Bunga malai muncul di ketiak daun. Buah batu agak bulat berwarna kuning sampai jingga dengan rasa asam sampai manis. Merupakan tumbuhan tropik basah dan dapat tumbuh pada tanah yang ringan dan subur. Tumbuh liar di hutan dataran rendah sampai ketinggian di bawah 300 m dpl.  
45.     Kenari (Canarium zeylanicum) Burseraceae
Pohon dengan ketinggian dapat mencapai 60 m, dengan diameter sampai 200 cm. batangnya lurus bulat berbanir besar, berkulit halus dan mengelupas berwarna abu-abu. Daun majemuk menyirip. Bunga tersusun dalam malai yang tumbuh pada ketiak daun.
v  Blok Dipterocarpaceae
46.     Meranti Layang (Shorea pinanga)
Buah bersayap dan yang berkembang adalah tiga sayap. Daun seperti daun pinang, mempunyai daun penumpu dan tidak mudah rontok.
47.     Keruing (Dipterocarpus trinervis)
Pohon dengan daun tunggal bertata alternate, bentuk daun oval, mempunyai daun penumpu berupa intrapetiolaris stipule dan pertulangan daun pada bagian bawah permukaan daun terlihat jelas.
48.     Gaharu (Aquilaria malacensis) suku : Thymelameaceae
Pohon dengan ketinggian dapat mencapai 40 m dan diameter lebih dari 60 cm. batang lurus bulat tidak berbanir, tajuknya bulat lebat dan percabangan horizontal. Daun tunggal, berseling, tebal, berbentuk jorong atau jorong lanset. Bunga berbentuk paying tumbuh pada ketiak daun, berukuran kecil dan berwarna hijau atau kuning kotor.  Jenis ini tersebar dari India, Birma, dan Malesia (Semenanjung Malaya, Filipina, Sumatera, Kalimantan bagian timur dan utara). Tempat tumbuh hutan primer rendah, dengan ketinggian sampai dengan kira-kira 300 m dpl. Kayu ini sangat harum dan penggunaannya lebih banyak sebagai bahan untuk fumigasi dan sebagai dupa dalam upacara adat dan agama di India dan  kawasan Asia Tenggara.  
49.     Kamper (Dryobalanops aromatica)
Pohon dengan ukuran tinggi dapat mencapai 60 m dan diameter dapat mencapai 70 cm, daun tunggal dan berseling, memiliki daun penumpu di sisi ketiak berbentuk garis dan mudah luruh. Buah agak besar mengkilap dan bersayap sebanyak 5 helai. Pohon ini tersebar mulai dari Indonesia (Sumatera dan Kalimantan) dan Malaysia. Tanaman ini berfungsi sebagai penghasil kamper atau kapur barus.
v  Blok Casuarinaceae
50.     Cemara (Casuarina sumatrana)
Pohon berdaun majemuk dengan tata daun verticillate, bentuk daun seperti sisik dan menyerupai cabang-cabang, mudah patah dan rontok. Buahnya bonggol berbentuk kerucut, berbiji keras bersayap, terbungkus oleh dua sisik mengayung dan semuanya terbuka seperti kapsul bilabuahnya telah masak.
v  Blok Anonaceae
51.     Ki Burahol (Stelechocarpus burahol)
Pohon dengan ketinggian dapat mencapai hingga 25 m dengan diameter dapat mencapai hingga 40 cm. Daun mempunyai komposisi tunggal bertata alternate, bentuk daun oblongus, permukaaan atas daun hijau tua mengkilap dan permukaan daun hijau muda mengkilap, pertulangan daun marginal vein. Buah tumbuh di batang atau cauliflora. Pohon ini dapat tumbuh pada habitat berupa hutan sekunder yang terdapat di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Pohon ini menjadi kegemaran para putri keraton di Jawa karena buahnya dapat menjadi obat penghilang bau badan dan berjhasiat dalam kecantikan. Pohon ini merupakan pohon langka dan merupakan flora identitas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah mengunjungi pohon Ki Burahol (Stelechocarpus burahol), praktikum lapang ini dinyatakan selesai dan para praktikan diperbolehkan pulang atau mengunjungi rumah anggrek maupun tempat-tempat lain di Kebun Raya Bogor bagi yang berkenan.



BAB IV
KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum lapang yang dilakukan oleh praktikan di Kebun Raya Bogor, maka diperoleh banyak manfaat antara lain dapat mengetahui sejarah berdirinya dan kondisi Kebun Raya Bogor sebagai kebun botani tropika di Indonesia. Praktikum lapang ini juga dapat merupakan aplikasi dalam mengenali jenis-jenis pohon hutan tropika yang telah dipelajari dalam kuliah dan praktikum karena praktikan dapat melihat dan mengidentifikasi langsung jenis-jenis pohon yang ada di Kebun Raya Bogor.
 Kebun Raya Bogor hanyalah merupakan sebuah miniatur saja bagi kekayaan vegetasi Indonesia. Jika dilihat secara keseluruhan wilayah Indonesia , maka sungguh banyak sekali keanekaragaman hayati Indonesia. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat Indonesia wajib bangga dengan kekayaan alam yang besar ini dan turut serta dalam usaha melestarikan kekayaan alam ini.






DAFTAR PUSTAKA
[Anonim]. 2011.Sejarah Kebun Raya Bogor.(terhubung berkala). http ://www.bogorbotanicgardens.org/tentang. (27 Desenber 2011)
[Lembaga Biologi Nasional – LIPI]. 1980. Kayu Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
[Lembaga Penelitian Hutan Bagian Botani Hutan]. 1979. Pengenalan Jenis-jenis Pohon Ekspor Serie ke IX. Bogor : Lembaga Penelitian Hutan.



 




  
  
          



 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar