Dendrologi
adalah salah satu mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan
IPB karena dendrologi adalah ilmu yang mempelajari tentag seluk-beluk pohon
mulai dari klasifikasi pohon, tata nama pohon, dan morfologinya sehingga
sebagai seorang rimbawan sangatlah perlu dan wajib mempelajarinya karena
merupakan dasar dari keilmuaannya.
Indonesia
mempunyai hutan tropika yang sangat luas yang termasuk dalam kawasan Flora
Malesia yang mempunyai keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. Kawasan
Flora Malesia ini meliputi negara-negara Malaysia, Filipina, Indonesia, dan
Papua New Guinea. Menurut Van Steenis (1948) paling sedikit terdapat 25.000 –
30.000 jenis tumbuh-tumbuhan berbunga, diantaranya ada ± 3.000 jenis pohon.
Menurut Lembaga Penelitian Hutan (sekarang Pusat Penelitian Pengembangan Hutan
dan Konservasi Alam) terdapat ± 4.000 – 4.500 jenis pohon.
Hingga
saat ini baru sekitar 400 jenis pohon yang dianggap penting dan sudah dikenal
dengan baik, diantaranya 267 jenis (nama ilmiah) sudah dikenal dan
diperdagangkan, serta dikelompokkan menjadi 120 jenis kayu perdagangan. Dengan
demikian, masih banyak jenis-jenis pohon di hutan tropika Indonesia yang belum diketahui dan dimanfaatkan secara
langsung. Disinilah peran ilmu Dendrologi yang berfungsi sebagai
pengidentifikasi jenis-jenis pohon yang belum dikenal tersebut sehingga
memungkinkan pemanfaatannya di masa mendatang untuk kebutuhan hidup manusia.
Untuk
mempelajari seluruh jenis-jenis pohon tropika di Indonesia sangatlah susah apabila
dilakukan dengan menjelajahi seluruh hutan tropika Indonesia. Untuk tujuan
seperti ini maka kita dapat mempelajarinya dengan mengunjungi museum herbarium
seperti di Herbarium Bogoriense, LIPI di Bogor atau Herbarium Pusat Litbang
Hutan dan Konservasi Alam, Bogor, atau mungkin kita dapat mengujungi koleksi-koleksi
botani lengkap yang terdapat di Indonesia dengan mengunjungi Kebun Raya Bogor.
Disini kita dapat melihat dan mengidentifikasi secara langsung pohon-pohon yang
terdapat di hutan tropika Indonesia sehingga kita dapat mengenali dan menyadari
betapa banyaknya kekayaan alam yang terkandung di negeri kita ini.
1.2.Tujuan
1. Mempelajari
morfologi pohon-pohon penting yang terdapat pada hutan tropika.
2. Mengidentifikasi
dan melihat dengan langsung pohon-pohon hutan tropika di Kebun Raya Bogor.
3. Mengetahui
sejarah dan perkembangan Kebun Raya Bogor.
BAB
II
KONDISI
UMUM KEBUN RAYA BOGOR
Kebun
Raya Bogor merupakan kebun botani atau tumbuh-tumbuhan yang terletak di kota
Bogor yang mempunyai ketinggian 260 m dari permukaan laut dengan curah hujan 3.000
– 4000 m/thn berdiri pada jaman penjajahan Belanda yaitu pada tanggal 18 Mei
1817 atas prakarsa Dr. Casper George Karl Reindwart seorang ilmuwan botani dan
kimia berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan di bantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani
Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).
Awal
pembangunan Kebun Raya Bogor mempunyai luas 47 yang bernama Slansds Plantentiun
te Buitenzorg yang bertujuan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan
yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia), Namun pada
perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada tahun
1880-1905. Pada tahun 1882 Dr. Carl Ludwig Blume melakukan inventarisasi
tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusu katalog kebun yang
pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis tanaman. Pada tahun 1831 Johannes
Elias Teysmans dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl meritis kembali
pembangunan kebun yang terhenti dan berhasil melakukan pengaturan penanaman
tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).
Kebun
Raya Bogor sekarang mempunyai luas 87 Ha yang mempunyai fungsi sebagai sarana
penelitian, sarana pendidikan, dan sarana wisata dengan penghitungan jumlah
koleksi tanaman pada tahun 2006 yaitu ada 222 suku, 1257 marga, dan 3423
spesies. Dalam perkembangannya Kebun Raya Bogor mempunyai beberapa cabang kebun
raya di Indonesia untuk melengkapi koleksi-koleksi tumbuhan seperti tumbuhan
wilayah subtropika. Beberapa kebun tersebut antara lain :
Ø Kebun
Raya Cibodas, terletak di Jawa Barat , luasnya 120 ha dengan ketinggian 1400 m
dpl, didirikan oleh Teysmans tahun 1852 untuk koleksi tanaman dataran tinggi
beriklim basah daerah tropis dan tanaman subtropis .
Ø Kebun
Raya Purwodadi di Jawa Timur, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941 . luasnya 85
Ha dengan ketinggian 250 m, untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering
daerah tropis.
Ø Kebun
Raya Eka Karya Bedugul Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto
Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400 m, untuk koleksi tanaman
dataran tinggi beriklim kering.
BAB
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Koleksi
pohon-pohon di Kebun Raya Bogor dikelompokkan berdasarkan blok suku (familia)
dari pohon tersebut untuk memudahkan dalam pengamatan oleh para peneliti maupu
wisatawan, namun ada juga pohon-pohon tertentu yang masuk dalam suatu blok suku
sehingga tidak semua blok suku hanya berisi jenis tanaman yang sukunya sama
saja. Berikut ini adalah pohon-pohon yang kita kunjungi berdasarkan susunan
nama suku dari awal higga akhir :
v Fabaceae
1.
Kempas (Koompassia excelsa)
Daun majemuk
ganda satu ujung ganjil, buah polong jarang berbuah, batang silindris, kulit
batang halus cukup terang, pohomn ini disenangi lebah madu hutan sehingga mampu
menghasilkan produksi madu hutan, dilindungi pemerintah. Diberi nama Pohon Raya
karena memiliki banir menjalar yang bagus, merupakan salah satu jenis pohon
tropika.
2.
Asam Londo (Pithecellobium dulce)
Batang berduri, buah
seperti asam jawa dengan kulit buah berwarna putih, kebanyakan ditanam sebagai
tanaman peneduh di tepi jalan di daerah Jawa Tengah.
3.
Merbau (Intsia bijuga)
Pohon dengan
tinggi dapat mrncapai 50 m dengan banir yang tinggi, daun majemuk ganda dua,
bunga terminal, kulit batang mengelupas, kebanyakan tumbuh di daerah pantai
pada area belakang hutan bakau. Penghasil kayu komersial berkualitas tinggi
dengan berat jenis 0,63 – 1,04 dan kelas kuat I – II, dan kelas awet I – II ,
banyak dipanen dari daerah Papua dan populasinya sekarang mulai terancam.
4.
Sono Kembang (Pterocarpus indicus)
Ditanam pada
tahun 1844 mempunyai daun majemuk ganda satu, buah ringan seperti sayap,
kebanyakan ditanam di tepi jalan sebagai tanaman peneduh, perbanyakan bisa
dilakukan dengan stek batang, terlihat adanya tunas yang tumbuh vertikal yang
punya kemiripan dengan induk, disebut juga kayu merah karena bergetah merah dan
sering digunakan sebagai obat sariawan.
5.
Bauhinia wintii
Salah satu
golongan legume (Fabaceae) yang mempunyai habitus berupa liana.
6.
Sindur (Sindora sianensis)
Spesies ini
merupakan jenis pohon tropika memiliki batang lurus, kulit mengelupas, tidak
berbanir dan cabang ditebang jika mulai rapuh. Buahnya berbentuk pipih dan
berduri-duri, disebut tapak setan. Pohon ini digunakan sebagai tanaman hias.
7.
Trembesi (Samanea saman)
Merupakan pohon
besar yang mempunyai tajuk payung, sebagai pohon penyerap karbon terbaik dari
semua jenis tanaman
8.
Sindur (Sindora bruggemanii)
Pohon dengan
daun majemuk ganda satu, daun bertata alternate sedangkan anak daun bertata
opposite, bentuk daun oval, permukaan atas daun hijau tua halus sedangkan
permukaan bawahnya hijau muda agak kasar. Tulang utama daun umumnya berwarna
merah.
9.
Saga pohon (Adenanthera pavonina)
Pohon berdaun
majemuk ganda dua yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya
kecil berwarna merah yang mempunyai kandungan protein yang tinggi. Tanaman ini
biasa diguakan sebagai pelindung atau peneduh di tepi jalan karena pohonnya
besar dan daunnya rimbun.
10. Mendarahan
(Eucalyptus alba) Myrtaceae
Daun opposite,
merupakan habitat utama koala karena daunnya menjadi pakan koala. Mempunyai
banyak kelenjar minyak, bila disuling menghasilkan minyak ekaliptus.
11. Pandan
(Pandanus sp)
Merupakan
golongan tumbuhan monokotil yag sebagian besar anggotanya tumbuh di
pantai-pantai daerah tropika, anggota tumbhan ini dicirikan dengan daun yang
memanjang (seperti daun palem atau rumput). Tumbuhan ini memiliki perakaran
yang spesifik yang tergantung pada posisi pohon. Tumbuhan ini digunakan sebagai
pewangi dan pewarna makanan dan bahan kerajinan tangan.
12. Pohon
Gayam (Inocarpus fagiferus)
Merupakan golongan
suku Fabaceae yang berdaun tunggal, tinggi dapat mencapai 20 m dengan diameter
65 cm, batang seringkali beralur tidak teratur, kadang-kadang berakar banir,
bunga majemuk bulir dengan panjang sekitar 15 cm, buah berjenis polong dan
berbentuk ginjal dan tidak pecah dengan kulit buah keras
13. Keben
(Barringtonia asiatica) famili :
Lecythidaceae
Disebut pohon
perdamaian, bunga mirip lampion, buah bersabut dapat mengapung.
14. Pedada
(Sonneratia caseolaris) famili :
Sonneratiaceae
Pohon pendek,
stamen banyak, kepala sari berbentuk ginjal, perakaran pneumatophora atau
akarnapas berbentuk pasak (horizontal, berada dalam lumpur, cabang vertikal).
Habitat hutan mangrove dan lebih toleran terhadap air tawar
15. Benuang
laki (Duabanga moluccana) famili :
Sonneratiaceae
pohon besar
berbanir, bunga malai rata di ujung ranting, kepalasari bengkok. Buah kotak
bila matang merekah, habitat tanah kering. Kegunaan sebagai kayu bahan bangunan
dan bahan baku pembuatan veneer dan kayu lapis.
16. Salam
(Syzgium poliantum)
Daun untuk
bumbu, buah bias dimakan.
v Blok
Arecaceae
17. Kelapa
(Cocos nucifera)
Pohon dengan
batang tunggal kadang-kadag bercabang, akar serabut tebal dan berkayu
berkerumun membentuk bonggol, batang beruas-ruas namu kalau sudah terlalu tua
tidak tampak, bunga tersusun majemuk. Secara alami tumbuh di pantai dan dataran
dengan ketinggian 1000 m dan pohonnya dapat mencapai ketinggian 30 m.
18. Nipah
(Nypa fruticans)
Umumnya tumbuh
di daerah rawa yang berair payau atau daerah pasang surut di tepi pantai atau
di wilayah hutan mangrove.batang menjalar di tanah membentuk rimpang dan
terendam di dalam lumpur. Tandan bunga disadap untuk diambil niranya dan daun
digunakan sebagai bahan kerajinan tangan seperti topi, tas, tikar, dan anyaman.
19. Palem
(Areca catechu)
Batang lurus dengan
ketinggian dapat mencapai 25 m dan diameter 15 cm, pelepah daun berbentuk
tabung dan tangkai daun pendek, helain panjangnya 80 m, buah buni. Habitat
dataran rendah hingga ketinggian 1400 mdpl. Kegunaannya biji pinang dapat
digunakan sebagai obat sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan.
v Blok
Lauraceae
20. Ulin
(Eusideroxylon zwageri)
Tumbuh di
seluruh Kalimantan dan di Sumatera (Jambi, dengan nama daerah Bulian). Kayunya
sangat awet dan kuat, salah satunya karena mengandung senyawa eusiderin. Mempunyai kelas awet I dan
kelas kuat I dan tenggelam di air Karen BJ > 1. Populasinya sekarang sangat
mengkhawatirkan karena pemanfaatan yang terus-menerus dan tiada henti.
v Blok
Gymnospermae
21. Ki
Putri (Podocarpus neriifolius)
Daun tunggal
bertata alternate, bentuk daun lanset, permukaan atas licin mengkilap dan
permukaan bawah tidak mengkilap, cirri daun simetris
22. Januju
(Podocarpus imbricatus)
Mempunyai
ciri-ciri yang hampir sama dengan Ki Putri hanya saja daunnya lebih besar.
23. Araukaria
(Araucaria cunninghamii)
Daun tunggal
bertata alternate, bentuk daun subulatus, permukaan atas dan bawah daun hijau
licin, daun bersisik tajam kecil-kecil, sisik berbentuk jarum 0,5 – 1,0 cm dan
berbau resin.
24. Jamuju
(Dacrycarpus imbricatus)
Pohon berukuran
besar dan evergreen ketinggian dapat mencapai 12 m dan diameter 30 cm, daun
tunggal dan bertata alternate.
25. Melinjo
(Gnetum gnemon)
Merupakan
tumbuhan Gymnospermae yang diduga sebagai peralihan menuju Angiospermae karena
mempunyai kemiripan yang spesifik dengan golongan Angiospermae. Batang sangat
kokoh dan digunakan sebagai bahan bangunan, Biji tidak terbungkus daging tetapi
terbungkus oleh kulit luar, pohon dapat tumbuh mencapai ketinggian sampai 25 m,
tumbuh dari ketinggian 0 – 1200 mdpl. Biji mempunyai kandungan antioksidan dan
protein yang tinggi namun juga mengandung senyawa purin yang dapat menyebabkan
kenaikan asam urat.
26. Agathis
(Agathis dammara)
Pohon yang
besar, tinggi hingga 65m; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai
lebih dari 1,5 m. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas
dalam keping-keping kecil. Daun berbentuk jorong, 6–8 × 2–3 cm,
meruncing ke arah ujung yang membundar. Runjung serbuk sari masak 4–6 × 1,2–1,4
cm; runjung biji masak berbentuk bulat telur, 9–10,5 × 7,5–9,5 cm. Damar
tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar
1.200 m dpl. Namun di Jawa, tumbuhan ini terutama ditanam di pegunungan.
Pemanfaatan dilakukan dengan mengambil getahnya yang disebut kopal juga kayunya
digunakan sebagai bahan baku veneer dan kayu lapis.
27. Agathis
(Agathis australis)
Hampir sama
ciri-cirinya dengan Agathis dammara
namun mempunyai daun dengan ukuran yang lebih kecil.
28. Tusam
(Pinus Carribaea)
Merupakan pohon anggota
Gymnospermae dengan daun tunggal bertata
verticillate, tiap vesikel terdapat 3 daun jarum daun lebih kaku dibandingkan
dengan Pinus insularis dan Pinus merkusii. Kegunaannya sebagai
penghasil gondorukem.
v Blok
Myristicaceae
29. Mendarahan
(Horsfieldia iryagedhi)
Ciri khasnya arillus menyelubungi seluruh biji,
warna merah muda, helai daun berbulu coklat.
30. Beringin
(Ficus benjamina) Moraceae
Terdapat arillus bewarna merah pada
bagian ujung yang pecah. Bagian helai bawah daunnya bewarna putih kelabu.
Memiliki morfologi yang percis sama dengan tumbuhan Myristica fragrans.
31. Rambutan
(Nephelium lappaceum) Sapindaceae
Pohon evergreen,
cocok hidup pada suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius),
tinggi dapat mencapai 8 m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4 m.
Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur.
Buahnya sangat terkenal di masyarakat karena rasanya manis.
32. Leci
(Litchi sinensis) famili : Sapindaceae
Merupakan pohon
tertua yang di tanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1823, mempunyai cirri khas
buah edible mirip rambutan
33. Harpulia
(Harpullia sphaeroloba)
Daun mejemuk
ganda satu bertata alternate dan anak daun bertata opposite, berbentuk oblongus. Cirri khusus tepi daun
bergelombang dan pertulangan daun terlihat jelas.
34. Bintaro
(Cerbera odollam) famili : Apocynaceae
Daun berbentuk
memanjang simetris dan menumpul pada
bagian ujung, alternate, memiliki panjang rata-rata 25 cm. Bunga terdapat pada
ujung pedikel simosa dengan lima petal yang sama atau disebut pentamery,
corolla berbentuk tabung dan ada warna kuning di tengahnya. Buah drupe (buah
biji) yang terdiri dari tiga lapisan yaitu eksokarp (kulit terluar buah),
mesokarp (lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa), dan endocarp (biji
yang dilapisi kulit biji). Buah tidak dapat dikonsumsi karena mengandung zat
racun.
v Blok
Sapotaceae
35. Nagasari
(Palaquium rostratum)
Pohon besar
dengan ketinggian dapat mencapai 30 m dan diameter dapat mencapai 120 cm,
batang lurus bulat dengan banir tipis. Pohon ini banyak tumbuh di hutan tropika
di dataran rendah sampai 1500 m dpl, seringkali tumbuh di daerah berawa.
Kayunya digunakan sebagai perabot rumah dan mebel, buah dapat dimakan dan
bijinya mengandung lemak yang banyak untuk memasak, bunga dapat dimanfaatkan
sebagai obat anti diare.
36. Sawo
duren (Chrysophyllum cainito)
Daun
tunggal, tata dau alternate dan
berbentuk ovalis, permukaan atas daun hijau perak dan permukaan bawahnya coklat
keemasan, ranting coklat berbulu dan umumnya bergetah putih.
37. Sawo
kecik (Manilkara kauki)
Daun tunggal
bertata alternate, pemukaan atas daun hijau dan permukaan bawah putih
keperakan, bentuk daun ovalis, ujung daun membulat, biasanya pohon ini bergetah
putih
v Blok
Sterculiaceae
38. Coklat
(Theobroma cacao)
Merupakan
tumbuhan perennial (tahunan) berbentuk pohon, di alam dapat mencapai ketinggian
10 m, dalm pembudidayaan tingginya dibuat kurang lebih 5 m dengan tajuk
menyamping untuk memperbanyak ranting produktif. Bunga tumbuh di batang
(cauliflorus). Buah kakao merupakan komoditas penting dalam perekonomian, pada
tahun 2005 Indonesia menempati nomor 3 sebagai penghasil kakaoterbesar di
dunia.
39. Bayur
(Pterospermum javanicum)
Pohon besar
tingginya dapat mencapai 45 m dengan
daun tunggal bertata dau alternate, bentuk daun ovatus, permukaan atas daun
hijau tua dan permukaan bawahnya keemasan berbulu, bunga berupa malai terminal di
ketiak, buah kotak silindris, tumbuh di hutan dataran rendah sampai dengan
ketinggian 1000 m dpl. Penghasil kayu pertukangan berkualitas baik, digunakan
sebagai mebel dan perkakas rumah tangga dan sering digunakan untuk konstruksi
bangunan.
40. Kepuh
(Sterculia foetida)
Pohon besar yang
menggugurkan daun tumbuh dapat mencapai 30 m, daun majemuk menjari berkumpul di
ujung ranting, anak daun berjumlah 7 – 9, jorong lonjonga dengan ujung dan
pangkal meruncing, bunga majemuk dalam malai dekat ujung ranting, buah bumbung
besar berkulit tebal berwarna merah. Menyebar luas mulai Afrika Timur, Asia
Selatan,Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara, hingga Australia. Habitat dataran
rendah hingga ketinggian 500 m dpl.
41. Pohon
Kola (Cola acuminata)
Ciri khasnya
biji mengandung kafein, dapat menjadi bahan dasar pembuatan minuman ringan dan obat-obatan.
Tumbuhan ini berasal dari Afrika.
42. Manggis
(Garcinia szygifolia)
Pohon dengan
ketinggian 4 – 24 m, diameter batang dapat mencapai 9,95 – 85,5 cm. potensi Garcinia selain untuk buah seperti manggis,
juga digunakan sebagai pohon pinggir jalan, reboisasi, pencegah erosi, juga
makanan bagi satwa liar
v Blok
Anacardiaceae
43. Rengas
(Gluta wallichii)
Bergetah hitam
dan getahnya beracun, kegunaannya yaitu sebagai penghasil kayu
44. Gandaria
(Bouea oppositifolia)
Pohon dengan
ketinggian dapat mencapai 27 m dengan tajuk rapat. Daun tunggal dengan bentuk
bulat telur-lonjong sampai bentuk lanset., waktu muda berwarna putih lalu
berangsur menjadi ungu tua kemudian menjadi hijau tua. Bunga malai muncul di
ketiak daun. Buah batu agak bulat berwarna kuning sampai jingga dengan rasa
asam sampai manis. Merupakan tumbuhan tropik basah dan dapat tumbuh pada tanah
yang ringan dan subur. Tumbuh liar di hutan dataran rendah sampai ketinggian di
bawah 300 m dpl.
45. Kenari
(Canarium zeylanicum) Burseraceae
Pohon dengan
ketinggian dapat mencapai 60 m, dengan diameter sampai 200 cm. batangnya lurus
bulat berbanir besar, berkulit halus dan mengelupas berwarna abu-abu. Daun
majemuk menyirip. Bunga tersusun dalam malai yang tumbuh pada ketiak daun.
v Blok
Dipterocarpaceae
46. Meranti
Layang (Shorea pinanga)
Buah bersayap
dan yang berkembang adalah tiga sayap. Daun seperti daun pinang, mempunyai daun
penumpu dan tidak mudah rontok.
47. Keruing
(Dipterocarpus trinervis)
Pohon dengan
daun tunggal bertata alternate, bentuk daun oval, mempunyai daun penumpu berupa
intrapetiolaris stipule dan pertulangan daun pada bagian bawah permukaan daun
terlihat jelas.
48. Gaharu
(Aquilaria malacensis) suku :
Thymelameaceae
Pohon dengan ketinggian
dapat mencapai 40 m dan diameter lebih dari 60 cm. batang lurus bulat tidak
berbanir, tajuknya bulat lebat dan percabangan horizontal. Daun tunggal,
berseling, tebal, berbentuk jorong atau jorong lanset. Bunga berbentuk paying
tumbuh pada ketiak daun, berukuran kecil dan berwarna hijau atau kuning
kotor. Jenis ini tersebar dari India,
Birma, dan Malesia (Semenanjung Malaya, Filipina, Sumatera, Kalimantan bagian
timur dan utara). Tempat tumbuh hutan primer rendah, dengan ketinggian sampai
dengan kira-kira 300 m dpl. Kayu ini sangat harum dan penggunaannya lebih
banyak sebagai bahan untuk fumigasi dan sebagai dupa dalam upacara adat dan
agama di India dan kawasan Asia
Tenggara.
49. Kamper
(Dryobalanops aromatica)
Pohon dengan
ukuran tinggi dapat mencapai 60 m dan diameter dapat mencapai 70 cm, daun
tunggal dan berseling, memiliki daun penumpu di sisi ketiak berbentuk garis dan
mudah luruh. Buah agak besar mengkilap dan bersayap sebanyak 5 helai. Pohon ini
tersebar mulai dari Indonesia (Sumatera dan Kalimantan) dan Malaysia. Tanaman
ini berfungsi sebagai penghasil kamper atau kapur barus.
v Blok
Casuarinaceae
50. Cemara
(Casuarina sumatrana)
Pohon berdaun
majemuk dengan tata daun verticillate, bentuk daun seperti sisik dan menyerupai
cabang-cabang, mudah patah dan rontok. Buahnya bonggol berbentuk kerucut,
berbiji keras bersayap, terbungkus oleh dua sisik mengayung dan semuanya
terbuka seperti kapsul bilabuahnya telah masak.
v Blok
Anonaceae
51. Ki
Burahol (Stelechocarpus burahol)
Pohon dengan ketinggian
dapat mencapai hingga 25 m dengan diameter dapat mencapai hingga 40 cm. Daun mempunyai
komposisi tunggal bertata alternate, bentuk daun oblongus, permukaaan atas daun
hijau tua mengkilap dan permukaan daun hijau muda mengkilap, pertulangan daun
marginal vein. Buah tumbuh di batang atau cauliflora. Pohon ini dapat tumbuh
pada habitat berupa hutan sekunder yang terdapat di dataran rendah hingga
ketinggian 600 m dpl. Pohon ini menjadi kegemaran para putri keraton di Jawa
karena buahnya dapat menjadi obat penghilang bau badan dan berjhasiat dalam
kecantikan. Pohon ini merupakan pohon langka dan merupakan flora identitas
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah
mengunjungi pohon Ki Burahol (Stelechocarpus
burahol), praktikum lapang ini dinyatakan selesai dan para praktikan
diperbolehkan pulang atau mengunjungi rumah anggrek maupun tempat-tempat lain
di Kebun Raya Bogor bagi yang berkenan.
BAB
IV
KESIMPULAN
Berdasarkan
praktikum lapang yang dilakukan oleh praktikan di Kebun Raya Bogor, maka
diperoleh banyak manfaat antara lain dapat mengetahui sejarah berdirinya dan
kondisi Kebun Raya Bogor sebagai kebun botani tropika di Indonesia. Praktikum
lapang ini juga dapat merupakan aplikasi dalam mengenali jenis-jenis pohon
hutan tropika yang telah dipelajari dalam kuliah dan praktikum karena praktikan
dapat melihat dan mengidentifikasi langsung jenis-jenis pohon yang ada di Kebun
Raya Bogor.
Kebun Raya Bogor hanyalah merupakan sebuah
miniatur saja bagi kekayaan vegetasi Indonesia. Jika dilihat secara keseluruhan
wilayah Indonesia , maka sungguh banyak sekali keanekaragaman hayati Indonesia.
Oleh karena itu kita sebagai masyarakat Indonesia wajib bangga dengan kekayaan
alam yang besar ini dan turut serta dalam usaha melestarikan kekayaan alam ini.
DAFTAR
PUSTAKA
[Anonim]. 2011.Sejarah
Kebun Raya Bogor.(terhubung berkala). http
://www.bogorbotanicgardens.org/tentang. (27 Desenber 2011)
[Lembaga Biologi Nasional – LIPI]. 1980. Kayu Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
[Lembaga Penelitian Hutan Bagian Botani Hutan]. 1979.
Pengenalan Jenis-jenis Pohon Ekspor Serie
ke IX. Bogor : Lembaga Penelitian Hutan.
| ||
| |||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar