Minggu, 10 Maret 2013

Pacaran sama dengan Nafsu betulkah????


Cinta adalah sebuah kata yang sering kita dengarkan, Cinta sering disebut sebagai Proses saling sayang menyayangi baik kepada Alloh atau kepada sesama Mahkluk Alloh. Setiap manusia wajib memiliki Rasa Cinta dalam dirinya karena jika seorang manusia tidak memiliki rasa Cinta maka ia lebih buruk dari pada hewan. kita semua tahu hewan juga memiliki rasa Cinta, apakah ada Induk Macan memakan anaknya tentu tidak bukan, nah dengan begitu hewan saja memiliki Cinta.
Kalau kita liat dari segi bahasa Arabnya apa sih Cinta ituh?? Dalam bahasa Arab, cinta disebut Hubb (Mahabbah). Cinta adalah salah satu pilar Cinta adalah sumber dan ruh. Cinta juga sumber kecemerrlangan dalam Islam. Cinta antara sesama manusia yang berbeda kelamin luar biasa daya tariknya. Tidak melihat status,umur, kaya dan miskinnya.
Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :
·         lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
·         lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain
·         lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri
Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Allah SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Allah Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.
Dalam Al-Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:
1.      Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2.      Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
3.      Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
4.      Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.
5.      Cinta ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma – norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).
6.      Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)
7.      Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi
8.      Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Kaum sufi mendifinisikan cinta adalah kecenderungan hati kepada Allah, kepada sesuatu dan mengharap ridhanya. Sehingga tanpa merasa dibebani, dengan menaati segala yang diperintahkan, menjauhi segala yang dilarang, dan rela menerima apa yang telah ditetapkan.
tapi apakah benar Cinta itu diperintahkan oleh Alloh SWT dalam AL-Quran. pernyataan tersebut dapat terjawab sebagaimana hadis :
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh yang ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh meraa mengaduh dengan terus jaga tidak bias tidur dan merasa panas. (HR. Muslim).
okelah itulah sekilas mengenai makna Cinta secara teoritis dan secara umumnya. sekarang mari kita lihat pada kenyataan mengenai makna cinta yang diartikan oleh para kaum remaja. kata Cinta yang di artikan pada dewasa ini sering kali diartikan sebagai proses saling sayang menyayangi diantara laki-laki dan perempuan yang akan membentuk suatu hubungan. hubungan ini dinamakan proses pacaran. bahkan dewasa ini orang tidak pacaran lebih gampang dihitung dengan jari dari pada yang pacaran. dewasa ini orang yang tidak pacaran seakan dianggap kuno. mungkin mereka belajar dari sebuah lagu : hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam. ungkapan itu sangatlah benar tergantung bagaimana kita memaknainya. mungkin terlihat tidak ada yang salah kalau kita memaknai cinta itu adalah sebuah hubungan pacaran, dan terkesan sah-sah saja. namun proses pacara yang sekarang ini yang sudah melebihi batas Normal. dimulai dari pegangan tangan sampai ada juga yang melakukan hubungan sexs diluar nikah. ingatlah kawan-kawan  Alloh SWT berfirman : "Dan jangalah kalian dekat-dekat dengan zina, karena sesungguhnya zina itu kotor dan sejelek-jeleknya jalan" (Surat Al Isro' 32). karena semakin lama kita pacaran semakin dekatlah kita dalam perzinaan.
inilah dalil-dalil tentang zina :
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
[QS Al Maaidah 5:5]
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
[QS An Nuur 24:2]
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min.
[QS An Nuur 24:3]
Dalil naqli tentang zinah dalam hadist shahih:
Apabila seorang hamba berzina keluarlah iman darinya. Lalu iman itu berada di atas kepalanya seperti naungan, maka apabila dia telah bertaubat, kembali lagi iman itu kepadanya. 
[Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4690 dari jalan Abu Hurairah]

Berkata Ibnu Abbas: “Dicabut cahaya (nur) keimanan di dalam zina”
 
[Hadist Riwayat Bukhari di awal kitab Hudud, Fathul Bari 12:58-59]
Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu ; Orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) dan orang miskin yang sombong 
[Hadits shahih riwayat Muslim 1/72 dari jalan Abu Hurairah]
Dari Nabi SAW bersabda : "Wahai kaum muslimin, takutlah kamu sekalian pada zina sebab didalamnya ada 6 perkara (yang pasti ditetapi), 3 perkara di dunia dan 3 perkara di akhirot. Adapun 3 perkara di dunia adalah hilangnya kewibawaan wajah, pendeknya umur dan kekalnya kefakiran, sedangkan 3 perkara di akhirot adalah murka Alloh yang Maha Barokah dan Maha Luhur, jeleknya hisaban dan siksa akhirot" (HR Baihaqi)


عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ وَلاَ يَجْمَعُهُمْ مَعَ الْعَامِلِيْنَ وَيُدْخِلُهُمُ النَّارَ اَوَّلَ الدَّاخِلِيْنَ اِلاَّ اَنْ يَتُوْبُوْا وَمَنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ النَّاكِحُ يَدَهُ وَالْفَاعِلُ وَالْمَفْعُوْلُ بِهِ وَمُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالضَّارِبُ وَالِدَيْهِ حَتَّى يَسْتَغِيْثَا وَالْمُؤْذِى جِيْرَانَهُ حَتَّى يَلْعَنُوْهُ وَالنَّاكِحُ حَلِيْلَةَ جَارِهِ٭رواه الإمام الحسان بن عرفة
Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW bersabda : "Ada 7 golongan yang tidak akan dilihat dan disucikan (dari dosa) oleh Alloh pada hari kiamat, dan mereka tidak Alloh kumpulkan bersama orang-orang yang beramal dan Alloh masukkan mereka ke neraka pertama kali, kecuali jika mereka mau bertobat, maka Alloh menerima taubat mereka :

1. Orang yang menikah dengan tangannya (onani/masturbasi),
2. Orang yang mengerjai dan dikerjai (bi-seksual),
3. Orang yang membiasakan minum khomr,
4. Orang yang memukul orang tuanya hingga kedua orang tuanya meminta tolong,
5. Orang yang menyakiti tetangganya sehingga tetangganya melaknatinya dan
6. Orang yang menikahi (menzinai) kehalalan (istri) tetangganya"
(HR Imam Hasan bin Arofah)

إِنًّ اْلإِيْمَانَ سِرْبَالٌ يُسَرْبِلُهُ اللهُ مَنْ يَشَاءُ فَإِذَا زَنَى الْعَبْدُ نَزَعَ اللهُ مِنْهُ سِرْبَالَ اْلإِيْمَانِ فَإِنْ تَابَ رَدَّهُ عَلَيْهِ * رواه البيهقى عن أنس
Sesungguhnya iman itu ibarat pakaian yang dipakaikan Alloh kepada orang-orang yang yang dia kehendaki. Maka ketika seorang hamba berzina, Alloh mencabut baju iman itu darinya, dan jika dia bertaubat maka Alloh akan mengembalikannya pada hamba itu (HR Baihaqi dari Anas)

مَنْ زَنَى أَوْ شَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللهُ مِنْهُ اْلإِيْمَانَ كَمَا يَخْلَعُ اْلإِنْسَانُ الْقَمِيْصَ مِنْ رَأْسِهِ٭رواه الحاكم
"Barangsiapa yang zina atau meminum khomr, maka Alloh mencabut keimanannya sebagaimana melepasnya manusia pada qomisnya dari kepalanya" (HR Malik)

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُوْنِكُمْ وَفُرُوْجِكُمْ وَمُضِلاَّتِ الْهَوَى * رواه أحمد عن أبى برزة
Sesungguhnya yang lebih aku (Muhammad) khwatirkan terhadap kalian adalah syahwat/ keinginan-keinginan yang durhaka, dalam urusan perut dan farji kalian, serta hawa nafsu yang menyesatkan (HR Ahmad dari Abi Barzah)


مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ أَعْظَمَ عِنْدَ اللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِيْ رَحْمٍ لاَ يَحِلُّ لَهُ * رواه ابن ابى الدنيا عن الهيثم بن مالك
Tidak ada dosa yang lebih besar disisi Alloh setelah syirik daripada mani yang diletakkkan seorang laki-laki kedalam rahim wanita yang tidak halal baginya (HR Ibnu Abid Dunya dari Haytsam bin Malik)


إِنَّ إِبْلِيْسَ يَبُثُّ جُنُوْدَهُ فِى ﭐْلأَرْضِ وَيَقُوْلُ لَهُمْ أَيُّكُمْ أَضَلَّ مُسْلِمًا أُلْبِسُهُ ﭐلتَّاجَ عَلَى رَأْسِهِ فَأَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً أَقَرْبَهُمْ إِلَيْهِ مَنْزِيْلَةً فَيَجِئُ إِلَيْهِ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ لَهُمْ لَمْ أَزَلْ بِفُلاَنٍ حَتَّى طَلَقَ ﭐمْرَأَتَهُ فَبَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا سَوْفَ يَتَزَوَّجُ غَبْرَهَا. ثُمَّ يَجِئُ ﭐلأخَرُ فَيَقُوْلُ لَمْ أَزَلْ بِفُلاَنٍ حَتىَّ أَلْقَيْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيْهِ ﭐلْعَدَاوَةَ فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا سَوْفَ يُصَالِحُهُ.

ثُمَّ يَجِئُ ﭐلأخَرُ فَيَقُوْلُ لَمْ أَزَلْ بِهِ حَتىَّ زَنى فَيَقُوْلُ إِبْلِيْسَ نِعْمَ مَا فَعَلْتَ فَيُدْنِيْهِ[RAA1] مِنْهُ[RAA2] وَيَضَعُ ﭐلتَّاجَ عَلَى رَأْسِهِ * روي في الزوجر ج 2 ص 137

Sesungguhnya IBLIS menyebar bala tentaranya di bumi dan berkata :

Siapapun diantara kalian yang bisa menyesatkan manusia, maka akan kupakaikan mahkota diatas kepalanya !" Maka yang paling besar diantara mereka fitnahnya/merusakny a (terhadap manusia) maka dia adalah lebih dekat kedudukannya (disisi Iblis). Maka didatangkan salahseorang diantara (bala tentara)nya.

Dia berkata : "Aku tidak henti-hentinya (menggoda) seorang fulan, hingga akhirnya dia mencerai istrinya".

Berkata Iblis : Kamu belum berbuat apa-apa. (Fulan itu) akan menikahi wanita yang lain !".

Kemudian didatangkan seorang yang lain : "Aku tidak henti2nya (menggoda) fulan sehingga akhirnya aku menumbuhkan permusuhan antara fulan itu dengan saudaranya !".

Berkata Iblis : "Kamu belum berbuat apa-apa, Fulan itu akan berdamai dengan saudaranya!" .

Kemudian didatangkan seorang yang lain : "Tidak henti-hentinya aku (menggoda) pada fulan sehingga dia berbuat zina !".

Maka berkatalah Iblis : " (Inilah) sebaik2nya yang kamu usahakan !" Kemudian iblis mendekatkan tentara tersebut kepadanya dan Iblis memakaikan mahkota diatas kepala sang tentara tersebut. (Diriwiyatkan dalam Az Zawajir Juz 2 Hlm 137)

إِنَّهُ مَنْ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى ﭐمْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ بِشَهْوَةٍ جَاءَ يَوْمَ ﭐلْقِيَامَةِ مَغْلُوْلَةً يَدُهُ إِلَى عُنُقِهِ فَإِنْ قَبَّلَهَا قُرِضَتْ شَفَتَاهُ فِى ﭐلنَّارِ. فَإِنْ زَنى بِهَا نَطَقَتْ فَخِذُهُ وَشَهِدَتْ عَلَيْهِ يَوْمَ ﭐلْقِيَامَةِ وَقَالَتْ أَنَا لِلْحَرَامِ رَكِبْتُ, فَيَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِ بِعَيْنِ ﭐلْغَضَبِ فَيَقَعُ لَحْمُ وَجْهِهِ فَيُكَابِرُ وَيَقُوْلُ مَا فَعَلْتَ , فَيَشْهَدُ عَلِيْهِ لِسِانُهُ وَيَقُوْلُ أَنَا بِمَا لاَ يَحِلُّ لِي نَطَقْتُ وَتَقُوْلُ يَدَاهُ أَنَا لِلْحَرَامِ تَنَاوَلْتُ وَتَقُوْلُ عَيْنُهُ أَنَا لِلْحَرَامِ نَظَرْتُ وَتَقُوْلُ رِجْلُهُ إِنَّا لِمَا لاَ يَحِلُّ لِي مَشَيْتُ وَيَقُوْلُ فَرْجُهُ أَنَا فَعَلْتُ وَيَقُوْلُ ﭐلْحَافِظُ مِنَ ﭐلْمَلاَئِكَةِ وَأَنَا سَمِعْتُ وَيَقُوْلُ ﭐلْمَلَكُ اْلأخَرُ وَأَنَا كَتَبْتُ, وَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى وَأَنَا ﭐطَّلَعْتُ وَسَتَرْتُ ثُمَّ يَقُوْلُ يَا مَلاَئِكَتِي خُذُوْهُ وَمِنْ عَذَابِي أَذِيْقُوْهُ فَقَدِشْتَدَّ غَضَبِي عَلَى مَنْ قَلَّ حَيَاؤُهُ مِنِّي * روي في الزوجر ج 2 ص 137

Sesungguhnya barangsiapa yang meletakkan tangannya (memegang) perempuan yang tidak halal baginya dengan syahwat, maka dia datang di hari kiamat dengan tangan dibelenggu pada lehernya.

Maka jika dia mencium (perempuan) itu, maka diguntinglah bibirnya di dalam neraka.

Maka jika dia zina, maka berbicaralah pahanya dan dia bersaksi untuk tuannya di hari kiamat.

Berkatalah si paha : " Aku dengan (perempuan) yang haram, digunakan untuk menaikinya (menzinainya)".

Maka Alloh melihat pada orang tersebuit dengan tatapan murka, maka jatuhlah daging wajah orang itu dan bengkaklah dia.

Alloh berfirman : "Apa yang telah kamu perbuat ?".

Maka bersaksi untuk orang tersebut lisannya, dan berkata : "Terhadap apa-apa (perempuan) yang haram bagiku, telah bicara aku",

Berkata tangannya : "Terhadap (perempuan) yang haram bagiku, telah lung-lungan aku", --> memberi sesuatu secara langsung dari tangan Fulan ke tangan Fulanah yg bukan mahromnya.

Berkata matanya : "Terhadap (perempuan) yang haram bagiku, telah melihat aku",

Berkata kakinya : "Terhadap (perempuan) yang tidak halal bagiku, telah berjalan aku"

Dan berkata farjinya : "Dan akulah yang melakukan (zina)".

Maka berkata Malaikat Hafadhoh dari golongan malaikat : "Dan aku mendengar (perbuatannya) ", berkata beberapa malaikat yang lain : "Dan aku yang mencatat (perbuatannya) ".

Dan Alloh Ta'ala berfirman : Dan Akulah yang menampakkan sesuatu dan merahasiakannya (maka Aku mengetahui semuanya),

kemudian Dia berfirman : " Wahai para Malaikatku, tangkaplah orang tersebut dan dalam siksaKu, merasakanlah kalian pada orang itu, maka sungguh telah memuncak murkaKu atas orang yang sedikit malunya terhadapKu (Diriwayatkan dalam Az Zawajir Juz 2 Hlm 137)


لاَ تَزَالُ أُمَّتىِ بِخَيْرٍ مَالَمْ يَفْشُ فِيْهِمْ ﭐلزِّنَا فَإِذَا فَشَا فِيْهِمُ ﭐلزِّنَا فَأَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ * رواه أحمد
Tidak henti2nya ummatku dalam kebaikan selama belum tersebar zina di kalangan mereka. Maka jika tersebar zina, maka hampir apabila meratakan siksa atas mereka (HR Ahmad)

مَا ظَهَرَ فِى قَوْمٍ ﭐلزِّنَا وَﭐلرِّبَا إِلاَّ أَحََلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ * رواه أبو يعلى
Tidaklah tampak dalam suatu kaum: "zina dan riba", melainkan mereka menurunkan adzab Alloh pada diri mereka sendiri (HR Abu Ya'la)

kemudian saat kita melakukan pacaran kita seperti berada dalam sebuah penjara psikologi dimana kita akan merasakan seolah-seolah diperbudak oleh cinta. merasa terus dalam api cemburu, merasakan Hampa dan merasa seperti dalam kegelisahan. itu semua adalah merupakan hal yang biasa saat kita sedang berpacaran. namun, kita akan merasakan beda saat kita mencoba untuk mencintai alloh dan terus mendekatinya. jika kita terlalu mencintai manusia bencanalah yang akan kita dapan, tapi jika kita lebih mencintai alloh maka jalan keberkahan dan kebahagiaan yang akan terbentang dan kita dapatkan. sangatlah sulit untuk kita terlepas dari semua itu, MENCOBA dan meminta pertolongan alloh untuk menjauhinya adalah pilihan terbaik untuk mendapatkannya cahayanya.
keep HAMASA..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar