Alat dan bahan
: a. Lidi b. Korek api
Prosedur kerja :
Ukur
panjang lidi sebelum dibakar dari ujung besi kemudian bakar catat waktu sampai
api mati kemudian ukur kembali tunggal lidi, Putar alat dari 00
sampai 3150 (kelipatan 450). Tiap derajat diulang
sebanyak 3 tali.
Derajat
|
Tinggi
lidi
|
Waktu
|
|
sebelum
|
sesudah
|
||
0
45
90
135
180
225
270
315
|
10.5, 10.5, 10.5
10.5, 10.5, 10.5
10.5, 10.5, 10.5
10.5, 10.5, 10.5
10.5, 10.5, 10.5
10.5, 10.5, 10.5
10.5, 10.5, 10.5
10.5, 10.5, 10.5
|
8.7, 8.8, 8.9
9.8, 9.6, 9.5
8.5, 9.5, 9.4
9.1, 9, 8.8
8.7, 0, 2
5.2, 0 , 0
7.5, 7.7, 8
8.8, 9.1, 8.5
|
5.6, 5.37, 6.04
4.36, 3.89, 6.34
7.56, 4.04, 6.64
8.13, 7.54, 6.31
6.75, 7.54, 6.31
6.75, 54.41, 36.14
33.63, 47.02, 51.72
10.40, 7.83, 6.86
|
Pembahasan :
Api adalah oksidasi cepat terhadap suatu material dalam
proses pembakaran kimiawi, yang menghasilkan panas, cahaya, dan
berbagai hasil reaksi kimia lainnya. Proses oksidasi yang lebih lambat seperti pengkaratan atau pencernaan tidak termasuk dalam definisi
tersebut. Api berupa energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya (dengan panjang gelombang juga di luar
spektrum visual sehingga dapat tidak terlihat oleh mata manusia) dan panas yang juga dapat menimbulkan asap (Suratmo 1985).